Friday, January 17, 2014
Managerial
Seri Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya
Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya (Bagian IX)
by: Muhamad Al Gamal, SE, MA, Ak

IV. Kisah Sukses
Selanjutnya penulis akan menyajikan beberapa kasus nyata dalam penanganan
masalah bisnis menggunakan seperangkat metodologi penanganan masalah.
Kisah no. 1
| Organisasi Bisnis: |
Kelompok Usaha Rumah Sakit |
| Gambaran Umum: |
Organisasi merupakan sebuah kelompok usaha yang menyediakan fasilitas
dan layanan rumah sakit. Salah satu sumber pendapatan berasal dari
pencairan jaminan biaya berobat oleh pihak penjamin kesehatan para pasien.
Jaminan tersebut akan cair melalui mekanisme klaim yang diajukan oleh
rumah sakit kepada penjamin biaya pasien sesuai dengan jenis dan tarif
layanan kesehatan yang diterima oleh pasien. |
|
Masalah |
| Sejumlah besar keterlambatan dan kesalahan dalam pemrosesan klaim
layanan kesehatan |
Selama ini, proses klaim yang dilakukan oleh organisasi kepada pihak
penjamin memakan waktu yang cukup lama dan proses yang rumit, sehingga
jumlah klaim yang langsung disetujui dan dibayar sangat sedikit. Alhasil,
jumlah pendapatan yang berhasil ditagih dan biaya untuk menagih pendapatan
tersebut menjadi tidak optimal.
Di sisi lain, pihak penjamin dana kesehatan merupakan sebuah organisasi
sektor publik yang mempunyai misi menyediakan akses kesehatan yang
berkualitas bagi warga kota. Oleh karenanya, salah satu indikator kinerja
adalah sejauh mana penyerapan dana layanan kesehatan yan telah tersedia.
Proses klaim yang rumit dari pihak penyedia layanan kesehatan, dalam hal
ini adalah rumah sakit, berakibat pada tidak maksimalnya dana yang dapat
disalurkan, sehingga menyebabkan capaian kinerja menjadi kurang baik. |
|
Solusi |
| Proyek bersama dalam mengidentifikasi berbagai peluang perbaikan |
Organisasi dan patner kerjanya, yaitu lembaga penyedia dana layanan
kesehatan sepakat untuk bersinergi dalam menangani permasalahan tidak
optimalnya proses pencairan klaim kesehatan. Mereka membentuk tim bersama
untuk menyelesaikan masalah tersebut menggunakan metodologi yang dikenal
dengan DMAIC (Define, Measure, Asses, Implement and Contro). Langkah awal
implementasi metodologi tersebut adalah mengidentifikasi dan
mendefinisikan masalah menggunakan matriks sebab akibat. Kemudian setiap
tim di masing - masing pihak melakukan pemetaan proses klaim di sisi rumah
sakit dan lembaga penjamin. Hasil keduanya kemudian digabungkan.
Dalam pembahasan bersama terhadap hasil pemetaan tersebut, tim
mengidentifikasi bahwa pada proses penagihan di pusat penagihan rumah
sakit dan pada proses persetujuan klaim di lembaga penjamin, terdapat
beberapa jenis klaim yang berkontribusi besar terhadap masalah kerumitan,
kekeliruan dan keterlambatan pemrosesan klaim ini. Berdasarkan fakta ini,
kedua tim berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada organisasi masing -
masing, yaitu pada area masalah yang teridentifikasi tersebut. Mereka
menyadari bahwa hanya perbaikan di salah satu sisi saja tidak dapat
menyelesaikan masalah secara kesluruhan. |
|
Hasil/Manfaat/Outcome |
- Klaim yang diproses dan dibayar pada pengajuan pertama, meningkat
lebih dari 15%
- Perbaikan waktu siklus proses piutang usaha
- Perbaikan proses manajemen kasus
- Pengurangan pekerjaan yang berulang
- Peningkatan kesepahaman antara perusahaan dengan mitra penjamin
biaya layanan kesehatan
|
Berdasarkan estimasi awal, inisiatif perbaikan ini dapat menghasilkan
nilai ekonomi sebesar 5 milyar rupiah, yang berasal dari penurunan jumlah
klaim yang terlambat atau salah, sehingga harus diproses ulang atau sama
sekali ditolak oleh penjamin. Meskipun demikian, angka tersebut merupakan
perkiraan kasar semata, karena cukup banyak bagian organisasi yang
terimbas oleh program perbaikan ini.
Paling tidak, realitas yang tampak nyata adalah jauh menurunnya waktu
siklus (cycle time) pada pemrosesan piutang usaha dan jumlah klaim yang
harus dikerjakan ulang, baik di sisi organisasi maupun di sisi lembaga
penjamin. Disamping itu, manfaat nyata lainnya adalah meningkatnya
komunikasi dan saling pengertian antara para staf dan manajemen kedua
organisasi. |