Untuk berhasil dalam bisnis, masalah adalah tantangan yang harus diatasi.
Setiap organisasi bisnis hampir pasti selalu berhadapan dengan berbagai
permasalahan. Sebagian gagal menghadapinya, namun tidak sedikit yang mampu
mengatasi dan bahkan menjadikan berbagai permasalahan sebagai momentum untuk
berkembang lebih cepat dan tangguh pada masa yang akan datang. Berbagai
pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang dalam dunia bisnis merupakan akibat
dari masalah-masalah bisnis yang pernah ada. Masalah-masalah tersebut telah
mendorong para pelaku bisnis untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya guna
menemukan pendekatan, cara dan alat untuk mendapatkan solusi.
I. Masalah Bisnis
Berikut ini adalah peringkat 10 besar domain masalah bisnis berdasarkan
survey terbaru dari BMGI, salah satu firma konsultan manajemen internasional.
1. Ketidakpastian
Situasi Politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, keamanan dan kondisi alam
merupakan faktor yang erat kaitannya dengan kondisi bisnis. Perubahan-perubahan
yang cepat, dratis dan tidak terduga pada berbagai situasi tersebut tentunya
dapat menyebabkan ketidakpastian pada kondisi bisnis. Dengan demikian, pada
situasi seperti ini amatlah sulit bagi perusahaan menyusun rencana ataupun
strategi jangka panjang yang ideal. Padahal, untuk dapat berkembang dan bertahan
dalam waktu yang cukup lama di dunia bisnis, perusahaan membutuhkan kondisi yang
cukup stabil guna memproyeksikan target bisnis jangka panjangnya. Masalah yang
harus dihadapi dalam kondisi yang penuh ketidakpastian adalah bagaimana
menyiapkan rencana jangka panjang yang adaptif terhadap perubahan dan menyiapkan
rencana-rencana kontijensi jangka pendek dalam mengimplementasikan rencana
jangka panjang yang telah disusun.
2. Globalisasi
70% CEO dari 500 perusahaan TOP Fortune menyatakan sangat peduli terhadap
masalah globalisasi. Dalam pengertian yang paling sederhana, globalisasi
merupakan sesuatu yang "mendunia" dalam waktu singkat. Misalnya
globalisasi ekonomi dan globalisasi budaya, dapat dipahami sebagai kondisi
ekonomi dan budaya yang dalam waktu singkat berdampak ke seluruh atau sebagian
besar masyarakat dunia. Bagi organisasi bisnis, kondisi ini dapat memberikan
efek ganda, yaitu potensi peluang yang sangat dahsyat atau sebaliknya potensi
ancaman yang juga sangat berbahaya. Peluang bisnis dapat muncul dari potensi
pasar global atau konsumen global, sekaligus juga memberikan tantangan atau
permasalahan bagi organisasi, yaitu bagaimana mengembangkan produk dan jasa yang
dapat memenuhi selera global (yang berubah demikian cepat dan sangat beragam),
dan sanggup berkompetisi dengan para kompetitor global. Disamping itu, sistem
ekonomi dunia yang semakin terintegrasi berakibat meningkatnya kerentanan
organisasi terhadap efek domino dari permasalahan ekonomi dan politik dunia.
Dalam hal ini masalahnya adalah bagaimana perusahaan memahami dengan tepat
kondisi global melalui informasi yang akurat, melakukan analisis yang memadai
dalam menerjemahkan konten dan konteks informasi tersebut serta merespon dengan
cepat dan akurat.
3. Inovasi
Riset menunjukan bahwa sangat sedikit perusahaan, bahkan perusahaan-perusahaan
besar sekalipun yang telah berhasil mengembangkan budaya inovasi dalam
organisasinya, meskipun para CEO terus berjuang untuk melakukan hal tersebut.
Masalahnya adalah bagaimana menghilangkan ketakutan di dalam organisasi terhadap
tuntutan untuk senantiasa berfikir dan bertindak kreatif dan inovatif. Sedangkan
di sisi lain, adalah bagaimana mengendalikan kreatifitas dan inovasi tersebut
agar tidak menimbulkan efek yang dapat merugikan perusahaan.
4. Regulasi
Dari perspektif pelaku bisnis, keberadaan suatu peraturan atau regulasi dapat
menguntungkan atau merugikan, tergantung jenis bisnis dan bagaimana respon
organisasi terhadap regulasi tersebut. Banyak perusahaan yang berkembang dengan
adanya regulasi-regulasi baru, misalnya regulasi tentang proteksi bidang usaha
kecil atau regulasi tentang kebutuhan produk dan jasa tertentu yang dapat
disediakan oleh perusahaan. Sebaliknya, tidak sedikit juga perusahaan yang
hancur karena tidak mampu memenuhi standar-standar usaha yang terdapat dalam
suatu regulasi, misalnya pemenuhan standar lingkungan, atau keliru dalam
menerapkan regulasi, misalnya salah atau tidak menerapkan regulasi perpajakan
dengan benar. Akibat ketidakpatuhan atau ketidaksanggupan dalam menerapkan
regulasi dapat berakibat kepada berbagai konsekuensi hukuman, seperti tuntutan
pembayaran denda atau bahkan penghentian operasi oleh aparat penegak hukum.
Tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan terhadap permasalahan regulasi
adalah bagaimana memahami dampaknya terhadap bisnis dan meresponnya dengan benar
dan cerdas.
5. Teknologi
Ketika perkembangan teknologi begitu pesat pada zaman sekarang, amatlah sulit
bagi perusahaan untuk senantiasa merespon perkembangan tersebut dengan
mengadopsinya dalam operasi bisnis. Padahal, kompetitor mungkin saja
memanfaatkan perkembangan tersebut untuk menyalip bisnis perusahaan. Misalnya,
hampir setiap tahun muncul versi terbaru teknologi informasi/TI dalam berbagai
bentuk aplikasinya. Perusahaan tidak semestinya merespon perkembangan tersebut
dengan selalu mengganti aplikasi yang sedang digunakan, tanpa pertimbangan
bisnis yang memadai. Masalahnya adalah bagaimana menyusun strategi jangka
panjang dalam mengelola teknologi yang seimbang antara kebutuhan, investasi dan
manfaat yang diperoleh dari adanya suatu teknologi dapat selalu terjaga.
Disamping itu, bagaimana perusahaan dapat mengambil keuntungan dari perkembangan
teknologi yang terkadang diluar perkiraan.
Bersambung...