ArticleManagerial  Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya (Bagian IV)
Friday, December 13, 2013
Managerial
Seri Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya
Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya (Bagian IV)
by: Muhamad Al Gamal, SE, MA, Ak
Foto Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya (Bagian IV)

III. Instrumen Pengelolaan Masalah

1. Sistem Pengukuran Kinerja

Mengidentifikasi masalah merupakan serangkaian kegiatan sistematis dalam menganalisis penyimpangan-penyimpangan dari target, dan mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Setelah penyebab masalah teridentifikasi, selanjutnya adalah mendefinisikan permasalahan dalam bentuk pernyataan masalah. Definisi atau penyataan masalah menjelaskan dimensi-dimensi permasalahan (waktu, lokasi, personal yang bertanggungjawab, cakupan organisasi dan lain-lain), serta apa yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Dengan adanya pernyataan masalah yang jelas, tim atau personil memiliki acuan yang tegas dan terukur dalam menemukan solusi yang akurat.

Pada usaha kecil, pemilik bisnis lazimnya mengetahui adanya permasalahan melalui cara yang sederhana, misalnya lewat pengamatan dan pengalaman operasional sehari-hari atau lewat interaksi dengan pelanggan. Terkadang pelanggan menyampaikan kritik dan saran mengenai produk atau layanan yang diberikan, sehingga pemilik mengetahui bahwa ada yang salah dengan bisnisnya. Dengan skala usaha yang masih kecil dan kompleksitas yang rendah, sebab dan solusi permasalahan normalnya dapat ditemukan dalam waktu yang singkat.

Sementara itu, pada organisasi bisnis yang besar dan modern, pemilik dan manajemen biasanya telah merumuskan target-target capaian yang harus diraih dalam periode tertentu. Pencapaian target-target tersebut dinilai menggunakan indikator-indikator yang terukur atau parameter, yang dikembangkan berdasarkan praktik terbaik industri, pengalaman perusahaan dan konsep pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam melaksanakan kegiatan bisnis dan di akhir periode kegiatan, laporan manajemen akan menyajikan parameter-parameter pencapaian bisnis dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Jika terdapat penyimpangan antara target dengan pencapaian, maka hal ini dapat menjadi sinyal atau gejala mengenai adanya suatu masalah. Sinyal-sinyal tersebut memerlukan evaluasi dan tindak lanjut untuk membuat suatu kesimpuan apakah memang benar ada permasalahan yang serius atau hanya penyimpangan sesaat yang dalam waktu singkat akan kembali normal dengan sendirinya.

Kegiatan merumuskan, merencanakan, mengukur, mengevaluasi dan memperbaiki target bisnis dikelola melalui suatu sistem manajemen kinerja. Faktor yang terpenting pada suatu manajemen kinerja adalah kemampuan dalam merepresentasikan dan mengukur kinerja seluruh aspek yang terlibat dalam pencapaian tujuan organisasi, yang mencakup aspek keuangan dan non keuangan.

Sebagai entitas bisnis yang mengelola sumberdaya ekonomi dan mencari keuntungan ekonomi, parameter keuangan merupakan indikator utama terhadap kinerjanya. Namun demikian, perkembangan bisnis modern telah memperlihatkan bahwa parameter keuangan semata tidak memadai untuk merepresentasikan keseluruhan upaya dan kemampuan yang dimiliki dalam rangka mencapai target-target bisnis. Padahal, pengukuran kinerja bertujuan untuk memberikan perspektif seluas-luasnya bagi manajemen dalam mengevaluasi tahap-tahap pencapaian organisasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hanya bersandar pada informasi mengenai capaian angka penjualan dalam satu tahun menjadi relatif kurang bermakna, bahkan salah makna, jika dibandingkan apabila informasi tersebut juga dilengkapi dengan capaian pangsa pasar per jenis produk. Kenaikan angka penjualan yang cukup tinggi, namun dengan pangsa pasar yang semakin berkurang dapat menjadi sinyal bahwa pesaing sebenarnya sedang mengalami pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dari perusahaan, sehingga dalam jangka panjang sebenarnya perusahaan sedang mengalami ancaman.

Metode yang cukup handal untuk mengelola sistem kinerja organisasi adalah Balance Score Card/BSC, karena metode ini menggabungkan berbagai perspektif yang mencerminkan seluruh upaya dan kemampuan organisasi dalam mencapai target, yaitu perspektif keuangan dan non keuangan (pelanggan, pembelajaran dan pertumbuhan, serta proses internal). Objek kinerja yang menjadi target pengukuran dikenal dengan key performance indicators/KPI. Disamping itu, BSC juga mengintegrasikan antara rencana strategis jangka panjang dengan aksi jangka pendek yang dilakukan untuk merealisasikannya. Dengan demikian, hasil pengukuran kinerja yang menggunakan metodologi BSC dapat menjadi indikator yang efektif untuk menuntun organisasi mengidentifikasi gejala-gejala permasalahan yang sedang atau akan dihadapi.

Profil Penulis

Banner training Managerial
Artikel lainnya
Foto Letter of Credit (L/C) UCP 600
Friday, December 6, 2013
Foto Regulasi Perdagangan Internasional
Thursday, December 5, 2013
Foto Triple Constraint
Tuesday, December 3, 2013
Foto Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa
Saturday, November 30, 2013
Artikel Terkait
Foto Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya (Bagian III)
Friday, December 6, 2013
Seri Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya
Foto Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya (Bagian II)
Friday, November 29, 2013
Seri Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya
Foto Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya
Friday, November 22, 2013
Seri Masalah Bisnis dan Kerangka Penanganannya
Chat via WhatsApp