
Pendahuluan
Optimalisasi organisasi dipengaruhi oleh peran manajemen SDM dalam pencapaian efektifitas dan pencapaian kinerja. Peran fungsional manajemen SDM, menurut Mathis dan Jackson (2000) berfokus pada tiga pilar fungsi yaitu produktivitas, kualitas dan pelayanan.
Produktivitas berkaitan dangan peran efektif tenaga kerja dalam pencapaian output kerja. Kualitas berkaitan dengan barang atau jasa yang dihasilkan untuk jangka panjang. Pelayanan berkaitan dengan proses pemenuhan tujuan bisnis untuk perkembangan jangka panjang.Orientasi pelayanan mengarah pada kepuasan konsumen maupun pelanggan. Kompetensi menjadi unsur penting dalam konsep pengembangan SDM.
Kompetensi berkaitan dengan pengetahuan, ketrampilan serta perilaku apa yang perlu dimiliki oleh karyawan di masing-masing jabatannya. Idealnya pada masing-masing level jabatan didalam organisasi harus memiliki standar kompetensi. Hal tersebut tentu akan membantu peran fungsi dari pengembangan SDM yang terarah dalam peningkatan performa organisasi.
Mathis dan Jackson (2000) menuliskan bahwa salah satu faktor penting dalam sistem manajemen sumber daya manusia agar dapat membangun sistem yang sesuai untuk mencapai kinerja perusahaan, dibutuhkan kompetensi utama jabatan dan karyawannya. Kompetensi didefenisikan sebagai karakteristik yang mendasari seseorang dan berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya (Spencer dan Spencer, 1993).
Sistem kompetensi adalah sebagai alat penentu untuk memprediksikan keberhasilan kerja seseorang pada suatu jabatan. Sistem Manajemen SDM berbasis kompetensi dikenal dengan istilah Competency Based Human Resources Management (CBHRM). CBHRM adalah sistem pengelolaan dan pengembangan SDM berbasis kompetensi. (Ulrich, 1997) Sistem ini ini mengintegrasikan pilar-pilar kunci dalam proses manajemen SDM, mulai dari proses seleksi, pelatihan dan pengembangan, manajemen kinerja, pengembangan karir, sistem promosi, suksesi jabatan dan sistem kompensasi.
Tujuan
Materi
|
|