
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek handal
adalah kemampuan dalam melakukan manajemen ruang lingkup proyek. Dalam hal ini,
seorang manajer proyek harus mampu memastikan bahwa seluruh aktivitas yang
dilakukan dalam proyek adalah aktivitas yang berhubungan dengan proyek dan
aktivitas tersebut telah memenuhi kebutuhan proyek. Dengan kata lain, manajemen
ruang lingkup proyek memiliki fungsi untuk mendefinisikan serta mengendalikan
aktivitas-aktivitas apa yang bisa dilakukan dan aktivitas-aktivitas apa saja
yang tidak boleh dilakukan dalam menyelesaikan suatu proyek.
Terdapat beberapa proses yang perlu dilakukan seorang manajer proyek dalam
melakukan manajemen ruang lingkup proyek, yaitu :
- Perencanaan ruang lingkup proyek. Pada tahap ini, manajer proyek akan
mendokumentasikan bagaimana ruang lingkup proyek akan didefinisikan,
diverifikasi, dikontrol dan menentukan bagaimana WBS akan dibuat serta
merencanakan bagaimana mengendalikan perubahan akan ruang lingkup proyek.
- Mendefinisikan ruang lingkup proyek. Pada tahap ini, ruang lingkup proyek
akan didefinisikan secara terperinci sebagai landasan untuk pengambilan
keputusan proyek dimasa depan.
- Membuat Work Breakdown Structure. WBS merupakan pembagian deliverables
proyek berdasarkan kelompok kerja. WBS dibutuhkan karena pada umumnya dalam
sebuah proyek biasanya melibatkan banyak orang dan deliverables, sehingga
sangat penting untuk mengorganisasikan pekerjaan-pekerjaan tersebut menjadi
bagian-bagian yang lebih terperinci lagi.
- Melakukan verifikasi ruang lingkup proyek. Tahap ini merupakan tahap
dimana final project scope statement diserahkan kepada stakeholder untuk
diverifikasi.
- Melakukan kontrol terhadap ruang lingkup proyek. Dalam pelaksanaan proyek,
tidak jarang ruang lingkup proyek mengalami perubahan. Untuk itu, perlu
dilakukannya kontrol terhadap perubahan ruang lingkup proyek. Perubahan yang
tidak terkendali, akan mengakibatkan meluasnya ruang lingkup proyek.