Sehari Bisa Menulis Buku
Dasar Pemikiran
Salah satu upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul tersebut
adalah dengan membangkitkan semua potensi dari setiap elemen masyarakat. Hal ini
dipandang penting dengan landasan bahwa kesuksesan pembangunan adalah suatu
hasil kerja kolektif. Artinya, setiap elemen dan setiap individu harus berperan
aktif guna mewujudkan madani yang cerdas dan mandiri.
Salah satu sumber daya manusia yang jelas tidak boleh diabaikan dalam
perkembangan dan pertumbuhan suatu generasi adalah potensi kaum pendidiknya,
yaitu guru. Bagaimanapun, para pendidik harus memperoleh perhatian serius,
sehingga potensinya dapat tergali dan semakin melejit untuk ikut berperan aktif
dalam pembangunan negeri ini.
Oleh karena itu, wawasan, gagasan dan cakrawala pandang para pendidik harus
lebih diperkaya sehingga keberadaannya bukan sekadar objek, melainkan juga dapat
berperan sebagai subjek pembelajaran. Dalam konteks inilah, pemahaman akan nilai,
kemampuan, dan potensi diri tampaknya perlu lebih dibina dan diaktualisasikan
dengan berbagai upaya. Dengan demikian, diharapkan para guru dapat ikut
memberikan kiprah terbaiknya dalam membangun dan mengembangkan dirinya dan
masyarakat di sekitarnya.
Dari data di atas maka dengan ini, kami mencoba untuk membuka kesempatan dan
wawasan bagi para pendidik untuk meraih sukses dengan cara pembenahan akhlak dan
budi pekerti yang luhur serta kreatif dalam menuangkan suatu ide dan gagasan
melalui buku.
Latar Belakang
Penulis merupakan pelaku kreatif yang menciptakan suatu karya tulis baik
berupa karya fiksi (novel, cerpen, puisi) maupun non-fiksi (karya ilmiah,
makalah, jurnal, artikel). Karya-karya yang diciptakan oleh penulis biasanya
mewakili ide, pikiran, dan perasaannya. Bidang pekerjaan penulis tidak hanya
sebatas buku dan teks. Ada juga penulis yang terlibat dalam penulisan naskah
skenario iklan. Nah penulis yang bekerja di industri periklanan ini biasanya
tergabung di divisi creative and scriptwriter. Para penulis skenario ini
tugasnya menulis naskah iklan supaya pesan yang ingin disampaikan lewat suatu
produk bisa dimengerti oleh khalayak.
Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin menulis buku? Apa saja
tahapan (step by step) yang harus dilalui? Memang ketika seseorang baru pertama
kali akan menulis buku, seperti juga ketika akan memulai kegiatan yang baru
lainnya, biasanya masih canggung dan bertanya-tanya: bagaimana memulainya?
Bagaimana cara menulis dengan baik, efektif, dan efisien? Kecanggungan ini akan
hilang sendirinya seiring dengan pengalaman menulis yang didapatkan oleh
seseorang.
Ada banyak cara yang dapat digunakan seseorang untuk bisa menulis. Setiap
orang berbeda-beda. Namun, pada prinsipnya dapat dibagi dalam 6 tahap kegiatan.
Anda dapat mengikuti tahapan-tahapan ini, yang sebenarnya bersifat umum, dalam
arti berlaku untuk semua penulisan, baik penulisan fiksi maupun non-fiksi,
termasuk ketika Anda hendak menulis buku.
- Menentukan tema
Anda sebaiknya menulis dalam bidang yang dikuasai. Anda guru Biologi,
misalnya, tulislah buku yang berkaitan bidangnya. Anda seorang pebisnis,
tulislah sesuatu yang berkaitan dengan bisnis atau wirausaha. Begitu
seterusnya. Keuntungan menulis bidang yang dikuasai, biasanya akan lebih
mudah dan enjoy melakukannya. Karena setiap hari, bidang itu yang menjadi
“makanan“ sehari-harinya.
Lalu, bolehkah seseorang menulis di luar bidang yang dikuasainya? Jawabannya:
Boleh. Kenapa tidak? Sepanjang ia bisa mempertanggungjawabkan apa yang
ditulisnya, maka sah-sah saja. Hanya saja, seseorang akan lebih mudah untuk
menulis bidang yang dikuasainya ketimbang bidang yang tidak/kurang
dikuasainya.
- Mengumpulkan bahan
Lakukanlah semua hal yang diperlukan untuk mendapatkan bahan atau data yang
Anda inginkan, dengan membaca, mencatat, observasi, mengkliping, dan lain
sebagainya. Kumpulkan semua bahan dalam satu tempat. Sebaiknya Anda
menggunakan jurnal. Organisasikan dengan rapi, agar mudah dicari apabila
diperlukan. Anda harus memastikan bahwa bahan atau data yang Anda miliki
valid dan akurat, sehingga apa yang Anda tulis dapat dipertanggungjawabkan.
- Membuat outline/kerangka tulisan
Langkah ini perlu dilakukan, untuk memudahkan dalam menjalani proses
penulisan. Memang tidak semua penulis melakukan hal ini. Ada yang cukup
membuat outline di luar kepala. Namun, terutama sekali bagi Anda yang masih
pemula, membuat outline akan memudahkan untuk membuat tulisan yang runtut.
Ide atau tema yang bagus tanpa didukung alur tulisan yang runtut akan
membuat tulisan tidak menarik untuk dibaca.
- Menulis
Outline membantu menuliskan sebuah tema secara runtut. Dengan demikian, ada
tahapan lain yang lebih penting, yaitu menuliskannya. Apalah artinya membuat
outline tanpa ditindaklanjuti dengan realisasi penulisannya. Tanpa realisasi
penulisannya, outline hanya tinggal outline, yang tentu saja tidak laku
“dijual” ke penerbit manapun. Karena tak ada penerbit yang mau menerbitkan
outline saja.
Untuk itu, bila Anda adalah tipe orang yang sibuk, carilah waktu untuk
menulis. Anda-lah yang paling tahu kapan waktu yang pas untuk menulis. Bila
Anda sibuk, “curilah” waktu barang sebentar. Menulis bisa dilakukan secara
rutin dengan meluangkan waktu setiap harinya. Awalnya memang akan banyak
hambatan, akan tetapi atasilah hambatan itu, sehingga Anda bisa
menyelesaikan sebuah tulisan/naskah. Kemudian tanpa disadari, akan memiliki
kebiasaan menulis dan Anda menikmatinya.
Ada petuah bagus dari kalangan bijak bestari yang perlu kita renungkan,
“Pada awalnya kitalah yang membentuk kebiasaan, kemudian kebiasaanlah yang
membentuk kita”. Kalau kita sudah bertekad membiasakan menulis di tengah
kesibukan, maka kemudian kita akan dapat menikmati dunia kepenulisan di
tengah kesibukan yang hebat sekalipun.
- Membaca kembali tulisan Anda
Tahap ini penting dilakukan. Jangan langsung mengirimkan naskah yang baru
selesai Anda tulis ke penerbit. Simpan terlebih dahulu beberapa saat dan
baca kembali. Anda akan terkejut sewaktu membaca sendiri tulisan Anda.
Revisi kembali apabila terdapat kesalahan, termasuk kesalahan ketik,
gramatika, tata bahasa, dan lain sebagainya. Pokoknya, pastikan bahwa naskah
yang Anda kirimkan adalah yang terbaik, karena Anda akan dinilai berdasar
pada apa yang Anda kirimkan.
- Mengirimkannya ke penerbit atau menerbitkannya sendiri
Tahap terakhir dalam sebuah tahapan menulis adalah mengirimkannya ke
penerbit. Atau juga bisa diterbitkan sendiri, sebagai tren saat ini yang
tengah berkembang, yaitu penerbitan mandiri atau self publishing.
Tujuan
- Meningkatkan motivasi pada pendidik untuk dapat mempersiapkan dirinya
dalam menghadapi dunia teknologi dan informasi yang berakhlak dan membuka
wawasan serta menanamkan sikap optimis akan potensi yang dipunyai.
- Memberikan dorongan pada para pendidik untuk menjadi pelopor
pengembangan akhlak yang terpuji pada lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat umum.
- Mencetak para pendidik yang kreatif dalam mengaktualisasikan ilmunya
melaui media buku.
- Memperbanyak para penulis dari kalangan pendidik yang energik dan kaya
akan ide-ide brilian.
- Ikut menjaga dan melestarikan budaya literasi Indonesia.
- Menggali potensi pada para pendidik melalui minat dan bakat dalam hal
menulis.
Target Peserta Pelatihan
Umum
Tata Cara Pelatihan
- Sesi I Seminar melalui audio, video dan visual pemahaman terhadap materi
kepenulisan sekitar 120 menit.
- Sesi II Pembagian kelompok berdasarkan minat menulis peserta dan melatih
membuat dan menggali ide dalam membuat cover buku dan judul buku sekitar 30
menit.
- Sesi III Praktek menulis buku sekitar 3 jam.
- Sesi V Pengumpulan data naskah dan penutupan 30 menit.
- Selingan Games dan Performed Music (Tentantif)
- Materi Menulis Buku
- Mengenal Karakter Seorang Penulis
- 5 Resep Bagi Penulis Pemula
- 4 Modal Menjadi Penulis
- Mitos Seputar Menulis
- Mengenal Kinerja Otak
- Mengenal Jenis Tulisan
- Mengenal Unsusr Tulisan Fiksi
- Mengenal Unsusr Tulisan Nonfiksi
- Mengenal Unsusr Tulisan Faksi
- Menegenal Rumus Menulis
- Mengenal Kerangka Karangan/Outline
- Mengenal Tanda Baca dan Partikel
- Belajar Kalimat Efektif, Kalimat Langsung dan Kalimat Dialog
- Praktik Menulis Buku
- Tahapan Pelatihan Menulis Buku
- Menentukan Tema
- Tema Sedang Aktual
- Cari Berita yang dimuat berulang-ulang selama 3-4 hari dan
dimuat hampir semua koran/televisi
- Catat hari-hari besar/agenda besar nasional
- Datangnya mendadak tanpa diduga
- Menentukan APAnya yang akan Ditulis
- Menentukan Sudut Pandang
- Menentukan apakah sudut pandang itu terlalu sempit (terbatas
bahasannya) atau malah terlalu luas
- Semakin banyak rujukan akan semakin mudah kita fokus dalam
menentukan sudut pandang.
- Penulis Mempunyai Kompetensi di Bidang Tersebut
- Menggunakan Referensi
- Wajib menggunakan referensi berupa buku ilmiah, artikel ilmiah,
jurnal ilmiah, majalah ilmiah, hasil penelitian dll yang berkualitas
- Tujuannya untuk menjustifikasi bahwa materi yang kita tulis
adalah ilmiah, bukan abal-abal, atau asbun.Pastikan materi/isi
referensi yang dipilih sesuai atau memiliki relevansi dengan tema
dan sudut pandang
- Diterbitkan oleh lembaga yang memiliki kompetensi dan
reputasinya terpercaya.
- Referensi bisa didapatkan di perpustakaan-perpustakaan; bank
data di lembaga-lembaga studi, internet dll.
- Permasalahan Dalam Menulis Buku
- Writer’s Block
- Cara Mengatasi Hambatan Menulis
- Berbagai Ragam Teknik Menulis
- Mempraktikkan Mindmapping
- Proses Kreatif Dalam Menulis
- Melahirkan, Mengembangkan & Menyempurnakan Ide
- Menentukan Tema/Topik
- Menggagas Judul
- Membuat Lead
- Mengembangkan Konten
- Ending
- Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca
- Kriteria Tulisan Yang Baik
- Teknik Menulis Efektif
- Plot & Alur Tulisan
- Self Editing
- Jenis Bahasa Tulisan
- Teknik Menyunting
- Keterampilan Berbahasa
- Tulisan Ilmiah & Tulisan Populer
- Penggunaan Berbagai Jenis Kalimat
- Penggunaan Ejaan & Tanda Baca
- Praktek & Latihan
- Praktek Menulis dan Menyunting Artikel
- Bedah Naskah & Evaluasi Naskah