
Pengantar
Banyak perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) namun kinerja keselamatannya belum memuaskan dan angka kecelakaan masih tinggi. Karena itu perlu pendekatan di mana salah satu di antaranya adalah keselamatan berdasarkan perilaku atau Behavior Based Safety (BBS).
Sejak diperkenalkan di awal tahun 1990, konsep Behavior Based Safety (BBS) semakin banyak diterapkan di berbagai perusahaan. Konsep ini berdasarkan penelitian yang menyimpulkan bahwa faktor dominan penyebab kecelakaan adalah unsur manusia. Karena itu pendekatan pencegahan kecelakaan harus menempatkan aspek manusia sebagai unsur sentral melalui pendekatan keselamatan berdasarkan perilaku.
Tujuan
Tujuan pelatihan peserta mempunyai pemahaman yang mendasar tentang perilaku manusia, merubah perilaku manusia dan memahami program BBS.
Program pelatihan disusun secara interaktif mencakup presentasi, diskusi, latihan untuk memaksimalkan proses belajar mengajar. Setelah pelatihan peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk menerapkan BBS dengan efektif dan mampu menciptakan :
Program Pelatihan
Target Peserta
HSE Manager, HSE Advisor, HSE Supervisor, Anggota P2K3, HRD/Training Manager, dan semua yang terkait dengan pengembangan SMK3 di perusahaan.
|
|