
Pengantar
Pada bisnis yang mengedepankan "sistem" keberadaan Standard Operating Procedure (SOP) merupakan hal yang mutlak. Sistem pada perusahaan identik dengan menonjolkan kerja sama bukan individual, penerapan sistem bertujuan pelaksanaan layanan-layanan sesuai mutu yang ditentukan dan konsisten dari waktu ke waktu serta dimanapun disediakannya layanan tersebut.
Setiap bisnis boleh memilih dan menentukan bagaimana memberikan layanan-layanan/ produknya. Pada bisnis franchise yang sudah mapan contohnya, dimanapun outlet franchisenya yang baru dibuka, disana para pelanggan akan menikmati kenyamanan "atmosphere" dan layanan-layanan yang sama sebagaimana yang sudah terekam dalam benak pelanggan. Bagaimana franchise tersebut bisa melakukannya? Jawabannya dengan menerapkan "sistem" atau kata lainnya adalah SOP. Mau tidak mau SOP menjadi suatu paket dokumen tertulis dari Franchisor yang diberikan kepada Franchisee, dan Franchisee wajib mengikuti dan menjalankan SOP agar bisa menjalankan bisnis franchise tesebut dengan sukses.
Selain itu adanya SOP, bisa digunakan untuk mengkomunikasikan sekaligus menyamakan persepsi antara berbagai pihak yang terlibat dalam rangkaian proses bisnis. SOP juga digunakan sebagai media pengendalian dan pemantauan mutu kinerja pada suatu fungsi/ departemen tertentu. Dengan SOP akan dicapai pengaturan agar tidak terjadi salah komunikasi, menghindari konflik antar fungsi (yang kadang berkepanjangan) atau bahkan saling melepaskan tanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berakibat pada menurunnya kinerja organisasi itu sendiri.
Tujuan
Metode
Materi Pelatihan
Yang harus ikut pelatihan ini
Tim SOP, Manager, Supervisor, Engineer, Praktisi di bidang continuous improvement/ produksi & operasi dan semua pihak yang terkait dengan proses improvement.
|
|